![]() |
| Poster Film Dilan 1990 (Sumber: bioskoptoday.com) |
Kamis lalu (25/01/2018) merupakan pemutaran perdana film Dilan 1990 di seluruh bioskop Indonesia. Film yang diadaptasi dari novel laris karya Pidi Baiq dengan judul yang sama itu dari awal rencana akan difilmkan saja sudah mendapatkan perhatian besar, terutama dari fans garis keras pembaca novelnya. Bahkan, saat nama para pemainnya diumumkan pun banyak menuai pro-kontra dari para warganet.
Melihat antusiasme masyarakat terhadap film ini, sepulang kerja, saya pun secara sengaja mendatangi salah satu bioskop yang ada di kota Karawang--XXI Mall Karawang--untuk menyaksikan langsung pemutaran perdana film yang sangat ditunggu-tunggu itu. Dan lewat googling, akhirnya saya memutuskan untuk menonton di biskop terdekat dari rumah dengan jadwal tayang sekitar jam 3 sore.
Dan benar saja. Saat saya tiba di lokasi--tinggal sepuluh menit jelang pemutaran yang pukul 14:40 WIB, hanya tersisa satu kursi kosong. Itu pun ada di barisan terdepan (baris L) dekat dengan layar. Bagaimana rasanya menonton film bioskop dari kursi terdepan plus dekat layar monitor? Tentu saja kurang nyaman. Tapi saya enggan pula bila harus menunggu dua jam untuk jadwal pemutaran selanjutnya. Jadi yaaa... nikmati sajalah.
![]() |
| Tiket Nonton Film Dilan 1990 (Sumber: koleksi pribadi) |
Dengan duduk manis dan dikelilingi oleh para ABG kota Karawang, saya pun menikmati pemutaran film Dilan 1990. Tertawa bersama penonton yang mayoritas ABG saat menyaksikan aksi norak dan dialog konyol yang diucapkan Dilan (Iqbaal Ramadhan) dalam merayu Milea (Vanesha Prescilla), juga ikutan baper melihat kemesraan antara Dilan dan Milea lewat layar lebar. Ah, saya benar-benar merasa bagaikan ABG lagi.
Meskipun belum pernah membaca novelnya, tapi penilaian pribadi saya terhadap akting Iqbaal Ramadhan cukup bagus. Dilan divisualisasikan sebagai anak SMA yang urakan, kurang disiplin, panglima tempur geng motor dan juga suka tawuran. Tapi di sisi lain, ditonjolkan pula sisi romantis Dilan yang tunduk kepada Milea saat dilarang ikut tawuran geng motor. Jadi, Dilan itu bukanlah sosok yang bad boy banget, seperti banyak warganet berkomentar. Ya, masih dalam batas kewajaran kenakalan ABG, menurut saya.
Hei, bagaimana dengan akting Vanesha atau biasa dipanggil Shasa sebagai Milea? Sejauh yang saya saksikan di layar lebar, okelah meskipun masih terlihat kaku. Ya, mungkin karena ini adalah debut pertamanya di film. Tapi seiring berjalannya waktu dan jam terbang, penulis yakin, Shasa bisa memoles aktingnya menjadi lebih baik lagi.
Dan beginilah suasana studio 1 bioskop XXI Mall Karawang saat pemutaran perdana film Dilan 1990. Benar-benar tak ada satupun kursi yang tersisa dalam studio tersebut.
![]() |
| Add Antusiasme Penonton Pada Pemutaran Perdana Film Dilan 1990 di XXI Mall Karawang, Kamis 25 Januari 2018 (Sumber: koleksi pribadi) |



Aku blm pernah baca bukunya sih mba, tp mungkin Milea yg ada di buku itu memang kaku dan lugu bngt wkwk jd Sasha menyesuaikan peran yg di buku, tp coba nonton film yg lain sasha ga gtu2 bngt kok 😄😄
BalasHapusIya juga kali ya. Di film Teman Tapi Menikah (TTM) bareng Adipati Dolken, udah mulai berkembang aktingnya. Hehehe... 😁✌️
Hapus