Rabu, 01 Februari 2017

[Coretan] Didatangi Tokoh Fiksi di Alam Mimpi

Sumber Gambar: Koleksi Pribadi

Pernah dimimpiin tokoh fiksi dalam cerpen atau cerbung (novel) yang kamu buat nggak? Kalau belum, bersyukurlah. Tapi kalau pernah--bahkan sering, wah, berarti kita punya pengalaman yang sama neh.


Yup. Semalam, aku baru saja "didatangi" oleh tokoh "aku" dalam cerbung Office Boy yang tengah kugarap saat ini. Dalam mimpi itu tiba-tiba saja si "aku" marah-marah sambil mengacamku untuk segera menyelesaikan cerbung Office Boy yang baru dua episode berhasil kubuat dan sudah tayang pula di The Red Cafe ini.

Aku--dalam mimpi semalam--jelas kaget dan nggak terima. "Apa-apaan lu ngatur gue? Kan gue penulisnya, suka-suka gue lah mo diselesaikan ato nggak tuh cerbung."

"Makanya, kalo nggak bisa bikin cerbung itu jangan maksain. Daripada nggak ada yang beres cerbung-cerbung tersebut." Si "aku" tampak sinis menatapku. "Awas aja kalo nggak sampe nggak tamat cerbung OB itu."

Dan tiba-tiba saja... cling! Si "aku" pergi dan aku pun terbangun dari tidurku. Pas lihat jam di hape, we o we, sudah jam lima lewat. Untung saja lagi M, kalau nggak kan bisa telat salat subuhnya. Hehehe.

Busyet juga tuh mimpi. Alarm saja bisa kelewat sampai nggak kedengaran. Fuih.

Hm... kalau dipikir-pikir, ini adalah kali kedua aku mengalami mimpi "didatangi" tokoh fiksi buatanku di alam mimpi. Sebelumnya pernah juga didatangi pas lagi bikin cerbung Payung-payung Nina. Saat itu tokoh Fajar yang datang di mimpiku bertanya, "Nasib Fajar gimana nih dalam Payung-payung Nina? Dia bakal ketemu ama Nina atau gimana?"

Eh, aku pun termenung. Kemudian... cling. Aku pun terjaga dari mimpiku. Fuih. Kuseka keringat yang mengucur di keningku.

Memang sih saat itu aku masih bingung terhadap nasib Fajar. Apa ia akan kubuat hidup dan bertemu dengan Nina atau sebaliknya? Fajar mati karena leukemia yang dideritanya? Dan akhirnya Fajar pun menagih nasibnya kepadaku. Adueh, pusing pala eike bo.

Karena didatangi Fajar dalam mimpi, akhirnya aku terpaksa--selain ditagih juga sama pembaca setia Payung-payung Nina--menyelesaikan tuh cerbung. Alhamdulillah, kelar juga sih akhirnya.

Dan kini? Kembali aku didatangi tokoh fiksi rekaanku lewat mimpi. Apakah ini bertanda aku harus bisa menyelesaikan cerbung tsb ataukah tidak? Entahlah. Aku sendiri masih bingung untuk melanjutkannya.

Oh, God. Kenapa aku seringkali gagal dalam menyelesaikan cerbung-cerbung--apalagi novel--yang kubuat? Ada saja kendalanya, hingga akhirnya cerbung-cerbung itu hanya menumpuk tak karuan tanpa adanya kata ending. Ya, seperti nasibku yang seringkali di-php maupun digantung nggak jelas gitu sama cowok. Huhuhu. Maafkan aku, cerbung-cerbungku.

Hm... mungkin benar saran dari para penulis senior, "Kalo menulis itu sebaiknya pake outline. Biar tulisanmu terarah dan kamu nggak kebingungan dalam menyelesaikannya, sekalipun nanti kamu sempat mengalami writing block."

Oke deh, Kakak. Aku akan mulai (mencoba) memakai outline dalam menyelesaikan cerbung Office Boy ini.

Doakan aku ya, Manteman semua. 

***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

[Coretan] Pemutaran Perdana Film Dilan 1990: Satu Studio Full, Tak Ada Kursi yang Tersisa

Poster Film Dilan 1990 (Sumber: bioskoptoday.com) Kamis lalu (25/01/2018) merupakan pemutaran perdana film Dilan 1990 di seluruh bios...